Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Wahai anak bangsa

Bukan pujian yang mu’alim dambakan Kau tahu? Deraian kalbu para muallim rasakan? Perih namun kewajiban yang enggan ditinggalkan Berbagai ‘a ‘i ‘u yang kau celotehkan Di belakang layar bersama kawan Seolah menjadi   asupan harian Terdengar renyah dan bukan lagi hal yang tabu bukan Kau tahu nak? Tiada lafadz yang terus tak terfikirkan Hanya untuk mencetuskan deraian keberhasilan Bukan sebuah pertanyaan lagi untuk siapa berikan Kalau saja Tuhan   ridha sebuah keluhan Hak yang tak sebanding dengan perlakuan Namun, Bukan lagi itu, lagi lagi sebuah keikhlasan Tentang dambaan, Lukiskan deretan akhlak menawan Sebagai muhsin yang ihsan Bukan predikat olimpiade bergengsi terpapan Namun akan rindu gemulai akhlak rupawan

Pendidikan negeriku

Tertoreh penghapus aroma jahiliyah Pencetus benih area pemikiran yang mewah Alur sistematika yang selalu berbenah Sejuta taktik pun selalu ditela’ah Sebagai pencapai titik yang indah Dan aku si pendamba   karimah Tapi konon, Hanya harapan pena di selembaran? Yang di agungkan sebagai   kesuksesan Bukan lagi proses yang rupawan Apalagi akhlak yang menawan Kau tak merasa dirugikan? Bukan itu harapan sebuah pendidikan Bukan lagi gelar tinggi sebuah pendidikan Lalu, apa yang engkau harapkan Jika gelar pendidikan tak berbanding   dengan   akhlak yang rupawan Rugi jika engkau sombongkan Karena akhlak menawan yang pendidikan dambakan