Bukan pujian yang mu’alim dambakan Kau tahu? Deraian kalbu para muallim rasakan? Perih namun kewajiban yang enggan ditinggalkan Berbagai ‘a ‘i ‘u yang kau celotehkan Di belakang layar bersama kawan Seolah menjadi asupan harian Terdengar renyah dan bukan lagi hal yang tabu bukan Kau tahu nak? Tiada lafadz yang terus tak terfikirkan Hanya untuk mencetuskan deraian keberhasilan Bukan sebuah pertanyaan lagi untuk siapa berikan Kalau saja Tuhan ridha sebuah keluhan Hak yang tak sebanding dengan perlakuan Namun, Bukan lagi itu, lagi lagi sebuah keikhlasan Tentang dambaan, Lukiskan deretan akhlak menawan Sebagai muhsin yang ihsan Bukan predikat olimpiade bergengsi terpapan Namun akan rindu gemulai akhlak rupawan