Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Sebaris pertanyaan - Putri mahkota buya

Entah sadar atau enggak semoga kita disadarkan,penulis juga berharap itu. Siapa lelaki yang kamu sayang? Siapa pelantun kata kasih dan sayang saat pertama kali kau dengar? Pacar? Lelaki yang menulis sajak syair cinta yang dipersembahkan untukmu?   Lelaki yang masuk keduniamu setelah kamu bertemu di selip waktu? Lelaki yang seolah mepersembahkan pengorbanan untukmu? Lelaki yang pernah membawakan sekuntum bunga elok indah untukmu? Lelaki yang memberimu motivasi seolah menunjang akademikmu? Semoga penulis juga sadar, semua yang dilakukan lelaki tersayang bukanlah lelaki yang pernah bertemu diselip waktu. Tak ada segelintir lelaki pun yang bakal ikhlas melakukan pengorbanan untuk putrinya, kecuali laksana bapak. Lantunan kasih dan sayang tidak sekedar dia ucapkan apalagi hanya lewat apa yang dituliskan, melainkan kasih dan sayang sungguh ikhlas apa yang telah dilakukan. Super hero? Yes, he is superhero in my life. Gak perlu mencari superhero sampai jauh, dia bakal ada di dekatmu. Di...

Cinta

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia cinta memiliki makna cinta/cin·ta/ a 1.       suka sekali; sayang benar: 2.       kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan 3.       ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan Hampir semua orang memiliki perasaan seperti itu. Allah menganugerahkan perasaan cinta terhadap hambaNya agar senantiasa cinta itu terluapkan kepada sang Maha Cinta. Cinta pun sangat sulit dideskripsikan bahkan sang pujangga sangat sulit untuk menoreh syair cinta, namun cinta itu indah karna fitrah dari sang Maha Cinta. Cinta sangat kerap di perbincangkan oleh semua orang, bahkan masa remaja pun tak bosan “cinta” menjadi trending topic dalam hidupnya. Apalagi sosial media yang semakin merajalelala yang membuka peluang untuk menaikan prosentase suka duka cinta dalam negeri penuh cinta. Itulah buruknya. Seorang manusia, Bagaima...

Gerimis Manis

Google Image  Kelopak menguncup di musim gerimis Kalbu lihay di sajak syair tertulis Pahitnya kilau kilat bukan ironis Gemericik air yang sungguh manis Datang dengan sejuta untaian gerimis Menyongsong masa depan optimis Bukan umbaran kilat api yang pesimis Bukan pula lontaran kata yang sadis Selalu manis, Karna doa selalu terpanjat saat gerimis Hingga bukan kala gerimis lamis Tapi indahnya kala gerimis manis 

Embun

Perubahan itu indah jika kita menikmati alunan prosesnya Perubahan itu nyaman jika kita memuliakannya But perubahan also can said, kenapa itu terjadi? Yang dikala senja pagi sangat mekar akan bunganya Karna selalu berhias oleh embun yang selalu menyapanya Berganti hari.... embun itu enggan untuk menyapanya Entah ia mulai bosan Atau ia mulai lalai akan indahnya bunga di kala senja pagi Kini bunga itu layu Rindu akan serpaan embun yang selalu meyapa di kala pagi Rindu akan dambaan embun yang selalu mewarnai Rindu akan kilaunya embun yang selalu meberi imaginary Nothing who knows Embun yang selalu dirindukan Aku hanyalah bunga yang ingin kembali engkau sapa Ketahui Bukan perubahan yang seperti ini yang bunga dambakan Kembalilah Begitulah bisikan bunga dalam hembusnya Di ambil dari google image

Debu

Ya, debu adalah buliran kecil yang tak terlihat oleh kasat mata, begitu pula dosa. Manusia sudah pastinya tak terlepas dari deraian debu yang nista. Manusia sendiri terkadang lalai akan panasnya api neraka karena dosa yang telah di perbuat seperti debu yang berurai. Tak terlihat oleh mereka. Tak lagi pula merasakan hamparan debu yang beterbangan dalam dirinya. Semua manusia dalam jagad ini pasti melakukan serpihan dosa. Tak ada namanya insan kamil di jagad ini kecuali baginda kita, sayyidina Rasulullah SAW. Tapi bagaimana kita bisa meminimalisir semua itu sampai manusia bisa merasa bagaimana dampaknya debu jika tertumpuk di kelopak mata kita. Risih? Pedih? Begitupula manusia perbuat. " Ya Rabb engkaulah maha pengambun bagi hambaNya, tetapkanlah aku dalam keimanan. Jauhkanlah dari segala apa yang memang harus dijauhkan. Ya Rabb Allahuma aj’alni shogiron fii aini wa kabiiron fii a’yuni an-naasi "

Lantunan Ayatmu

Aku derai kapas yang rapuh Aku buliran debu yang runtuh Aku segelintiran kalbu yang rapuh Aku secuil gerik yang lumpuh Aku sepucuk untaian yang tak utuh Lantunan AyatMu melunturkan kegundahan yang tak utuh Hingga semua bermetamorfosa menjadi utuh Saat ayatMu bergemuruh Kalbu ini menjadi deraian hamba yang sungguh Menjadi deraian hamba yang patuh Menjadi deraian hamba yang tak rapuh Menjadi deraian hamba yang teguh Aku utuh Akan agungnya Quraniyahmu yang kukuh  Google image

Live in life

Aku bukan seorang yang religius yang membalut diri dengan khimar yang “syar’i”. Aku hanyalah wanita yang menutup aurat yang berusaha menutup diri dan berharap akan RidhoNya, yang berusaha menjalankan segala perintaNya dan menjauhi laranganNya. Aku juga bukan wanita yang suka memberi motivasi kepada orang laen bahkan di media sosial yang kerap dilakukan oleh banyak orang. Bukan pula anak yang aktif di media sosial yang memiliki jutaan followers, bukan anak yang asyik yang aku limpahkan di sana. Aku gak gila itu! Tapi setidaknya aku berusaha memberikan senyuman yang terbaik kepada orang di sekitar. Introvert? Ya, hal itu yang pernah aku alami saat remajaku dulu. Aku selalu membungkus rapi semua hal yang terjadi pada diriku untuk siapapun kecuali orang yang bener-bener aku percayai dan sudah kenal sejak lama. Aku gak mau problem yang ada di diriku terurai oleh banyak orang. Care? Tentu tidak. Aku cuek ke beberapa orang di sekitarku. Aku hanya caring sama temen deket yang aku rasa mereka ...

Hujan Menawan

Kepercayaan yang selalu membumbung dalam diri Entah menawan, Ataukah senggangan semata Kini semua lebur saat hujan tiba Menghapus segala kepercayaan yang kian tertoreh sekian lama Hujan itu menawan Tapi, Bukan menawan yang seperti ini yang kuharapkan Bukan pula pertanda akan lebur begitu saja Hujan itu menawan, rindu Pulanglah dengan segala kepercayaan yang kau lukiskan Berikan jawaban atas segala yang kau janjikan Bukankah begitu? Tuhan pun berkehendak Pada hambanya yang menoreh janji Haruslah ia membayarnya Barangkali ini memang rindu yang membumbung Aku mohon, lukiskan dengan kebaikan Kemudian kau datang dengan hujan yang menawan 

It first rain always be mean

Take a grateful in 6 Nov 2015 Alhamdulillah momen ini aku sangat bersyukur kepada sang Tuhan, Allah SWT. Setelah long time nggak turun hujan di negeri kami tercinta. Betapa bahagia ketika kerinduan yang telah usang terbayarkan di detik ± 14:00 WIB, bau petrikor semburan air sangatlah menawan dan menyejukan suasana girang di dalam jiwa insan. Petrikor adalah bau yang dihasilkan saat hujan jatuh di tanah kering. Kata ini berasal dari bahasa Yunani pet·ri·chor ˈ pe ˌ tr ī k ô r/ noun a pleasant smell that frequently accompanies the first rain after a long period of warm, dry weather. "other than the petrichor emanating from the rapidly drying grass, there was not a trace of evidence that it had rained at all. (kutipan google) Biarkan gelapnya awan menyinari dunia kami saat gemericik hujan datang menghampiri. Tak ada lantunan kata yang terucap kecuali  Subhanallah wal Hamdulillah sungguh Maha Suci Allah yang Maha Besar dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam. All...