Ya,
debu adalah buliran kecil yang tak terlihat oleh kasat mata, begitu pula dosa.
Manusia sudah pastinya tak terlepas dari deraian debu yang nista. Manusia
sendiri terkadang lalai akan panasnya api neraka karena dosa yang telah di
perbuat seperti debu yang berurai. Tak terlihat oleh mereka. Tak lagi pula
merasakan hamparan debu yang beterbangan dalam dirinya. Semua manusia dalam
jagad ini pasti melakukan serpihan dosa. Tak ada namanya insan kamil di jagad
ini kecuali baginda kita, sayyidina Rasulullah SAW. Tapi bagaimana kita bisa
meminimalisir semua itu sampai manusia bisa merasa bagaimana dampaknya debu
jika tertumpuk di kelopak mata kita. Risih? Pedih? Begitupula manusia perbuat.
" Ya Rabb engkaulah maha pengambun bagi hambaNya, tetapkanlah aku dalam keimanan. Jauhkanlah dari segala apa yang memang harus dijauhkan. Ya Rabb Allahuma aj’alni shogiron fii aini wa kabiiron fii a’yuni an-naasi "
Komentar
Posting Komentar