Langsung ke konten utama

Postingan

Wahai anak bangsa

Bukan pujian yang mu’alim dambakan Kau tahu? Deraian kalbu para muallim rasakan? Perih namun kewajiban yang enggan ditinggalkan Berbagai ‘a ‘i ‘u yang kau celotehkan Di belakang layar bersama kawan Seolah menjadi   asupan harian Terdengar renyah dan bukan lagi hal yang tabu bukan Kau tahu nak? Tiada lafadz yang terus tak terfikirkan Hanya untuk mencetuskan deraian keberhasilan Bukan sebuah pertanyaan lagi untuk siapa berikan Kalau saja Tuhan   ridha sebuah keluhan Hak yang tak sebanding dengan perlakuan Namun, Bukan lagi itu, lagi lagi sebuah keikhlasan Tentang dambaan, Lukiskan deretan akhlak menawan Sebagai muhsin yang ihsan Bukan predikat olimpiade bergengsi terpapan Namun akan rindu gemulai akhlak rupawan
Postingan terbaru

Pendidikan negeriku

Tertoreh penghapus aroma jahiliyah Pencetus benih area pemikiran yang mewah Alur sistematika yang selalu berbenah Sejuta taktik pun selalu ditela’ah Sebagai pencapai titik yang indah Dan aku si pendamba   karimah Tapi konon, Hanya harapan pena di selembaran? Yang di agungkan sebagai   kesuksesan Bukan lagi proses yang rupawan Apalagi akhlak yang menawan Kau tak merasa dirugikan? Bukan itu harapan sebuah pendidikan Bukan lagi gelar tinggi sebuah pendidikan Lalu, apa yang engkau harapkan Jika gelar pendidikan tak berbanding   dengan   akhlak yang rupawan Rugi jika engkau sombongkan Karena akhlak menawan yang pendidikan dambakan

Sebaris pertanyaan - Putri mahkota buya

Entah sadar atau enggak semoga kita disadarkan,penulis juga berharap itu. Siapa lelaki yang kamu sayang? Siapa pelantun kata kasih dan sayang saat pertama kali kau dengar? Pacar? Lelaki yang menulis sajak syair cinta yang dipersembahkan untukmu?   Lelaki yang masuk keduniamu setelah kamu bertemu di selip waktu? Lelaki yang seolah mepersembahkan pengorbanan untukmu? Lelaki yang pernah membawakan sekuntum bunga elok indah untukmu? Lelaki yang memberimu motivasi seolah menunjang akademikmu? Semoga penulis juga sadar, semua yang dilakukan lelaki tersayang bukanlah lelaki yang pernah bertemu diselip waktu. Tak ada segelintir lelaki pun yang bakal ikhlas melakukan pengorbanan untuk putrinya, kecuali laksana bapak. Lantunan kasih dan sayang tidak sekedar dia ucapkan apalagi hanya lewat apa yang dituliskan, melainkan kasih dan sayang sungguh ikhlas apa yang telah dilakukan. Super hero? Yes, he is superhero in my life. Gak perlu mencari superhero sampai jauh, dia bakal ada di dekatmu. Di...

Cinta

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia cinta memiliki makna cinta/cin·ta/ a 1.       suka sekali; sayang benar: 2.       kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan 3.       ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan Hampir semua orang memiliki perasaan seperti itu. Allah menganugerahkan perasaan cinta terhadap hambaNya agar senantiasa cinta itu terluapkan kepada sang Maha Cinta. Cinta pun sangat sulit dideskripsikan bahkan sang pujangga sangat sulit untuk menoreh syair cinta, namun cinta itu indah karna fitrah dari sang Maha Cinta. Cinta sangat kerap di perbincangkan oleh semua orang, bahkan masa remaja pun tak bosan “cinta” menjadi trending topic dalam hidupnya. Apalagi sosial media yang semakin merajalelala yang membuka peluang untuk menaikan prosentase suka duka cinta dalam negeri penuh cinta. Itulah buruknya. Seorang manusia, Bagaima...

Gerimis Manis

Google Image  Kelopak menguncup di musim gerimis Kalbu lihay di sajak syair tertulis Pahitnya kilau kilat bukan ironis Gemericik air yang sungguh manis Datang dengan sejuta untaian gerimis Menyongsong masa depan optimis Bukan umbaran kilat api yang pesimis Bukan pula lontaran kata yang sadis Selalu manis, Karna doa selalu terpanjat saat gerimis Hingga bukan kala gerimis lamis Tapi indahnya kala gerimis manis 

Embun

Perubahan itu indah jika kita menikmati alunan prosesnya Perubahan itu nyaman jika kita memuliakannya But perubahan also can said, kenapa itu terjadi? Yang dikala senja pagi sangat mekar akan bunganya Karna selalu berhias oleh embun yang selalu menyapanya Berganti hari.... embun itu enggan untuk menyapanya Entah ia mulai bosan Atau ia mulai lalai akan indahnya bunga di kala senja pagi Kini bunga itu layu Rindu akan serpaan embun yang selalu meyapa di kala pagi Rindu akan dambaan embun yang selalu mewarnai Rindu akan kilaunya embun yang selalu meberi imaginary Nothing who knows Embun yang selalu dirindukan Aku hanyalah bunga yang ingin kembali engkau sapa Ketahui Bukan perubahan yang seperti ini yang bunga dambakan Kembalilah Begitulah bisikan bunga dalam hembusnya Di ambil dari google image

Debu

Ya, debu adalah buliran kecil yang tak terlihat oleh kasat mata, begitu pula dosa. Manusia sudah pastinya tak terlepas dari deraian debu yang nista. Manusia sendiri terkadang lalai akan panasnya api neraka karena dosa yang telah di perbuat seperti debu yang berurai. Tak terlihat oleh mereka. Tak lagi pula merasakan hamparan debu yang beterbangan dalam dirinya. Semua manusia dalam jagad ini pasti melakukan serpihan dosa. Tak ada namanya insan kamil di jagad ini kecuali baginda kita, sayyidina Rasulullah SAW. Tapi bagaimana kita bisa meminimalisir semua itu sampai manusia bisa merasa bagaimana dampaknya debu jika tertumpuk di kelopak mata kita. Risih? Pedih? Begitupula manusia perbuat. " Ya Rabb engkaulah maha pengambun bagi hambaNya, tetapkanlah aku dalam keimanan. Jauhkanlah dari segala apa yang memang harus dijauhkan. Ya Rabb Allahuma aj’alni shogiron fii aini wa kabiiron fii a’yuni an-naasi "